Monday, March 22, 2010

Hyundai Avega

Avega Menawarkan Pilihan Berbeda
Selain fitur menawan, Avega juga ditawarkan dengan harga menggiurkan
Tidak jelasnya segmentasi kendaraan bermotor di Indonesia dimanfaatkan Hyundai untuk menggarap pasar gemuk di segment MPV medium low dengan menghadirkan Hyundai Avega. “Hyundai Avega ini masuk katagori MPV medium low,” tegas Jongky D. Sugiarto, President Director PT. Hyundai Mobil Indonesia saat menjelang launching produk terbarunya itu.
Untuk melawan kompetiternya yang memboyong brand image besar, Avega menyodorkan sejumlah kelebihan yang belum dimiliki kompetitornya itu. Antara lain mesin 1.5 liter 12 valve dengan system pasokan bahan baker Multi Point Injection yang tangguh dan bertenaga namun hemat bahan baker. Serta kenyamanan sedan.
Untuk dapat menaklukkan konsumen otomotif perkotaan, Avega hadir dengan penampilan sporty elegant. Dilengkapi pula dengan suspensi independent, power steering, AC dengan heater dan system pengamanan yang menjamin pengendara dan penumpang di dalamnya benar-benar aman, yaitu dengan front crumple zone, side beam impact, safety bumper dan sebagainya.
Dengan berbagai kelebihannya itu, ternyata Hyundai Avega dipasarkan dengan harga yang kompetitif. Model G manual dijual dengan harga Rp. 90.250.000. Model GL transmisi manual dipasarkan Rp. 99 juta, sedang versi GL bertransmisi otomatik ditawarkan dengan harga Rp. 108,5 juta. Sedang dua variant teratasnya, yakni SG, masing-masing dibanderoli harga Rp. 106 juta (transmisi manual) dan Rp. 115,5 juta (transmisi otomatik).
Sama seperti produk Hyundai yang lain, Avega juga didukung program jaminan 3 years Product Warranty serta harga beli kembali 3 years Buy Back Guarantee. Pokoknya beli Hyundai jadi aman dan benar-benar nyaman!
Test Drive

Hyundai Avega, Murah tapi Bukan Murahan
Pagi itu, tanggal 23 Mei 2007, jam menunjukkan pukul 07.15. Para wartawan otomotif dari Jakarta yang baru saja mendarat di Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, berkumpul di ruang VIP. Di pelataran parkir di depan ruang VIP, sebanyak 19 Hyundai Avega diparkir memanjang dalam dua bersap.
Ke-19 Hyundai Avega yang terbagi atas delapan pilihan warna itu akan digunakan para wartawan otomotif untuk melakukan uji jalan selama dua hari dari Semarang dan berakhir di Yogyakarta. Setiap mobil dihiasi stiker yang bertulisan Hyundai Avega di samping dan tulisan Avega (kecil) dan Drive the Real Thing di kaca belakang.
Hyundai Avega termasuk kategori kendaraan liftback multiguna (versatility vehicle) subkompak, sekelas Hyundai Accent. Hyundai Avega berukuran panjang 4,215 meter, lebar 1,630 meter, dan tinggi 1,395 meter, atau hanya 2 sentimeter (cm) lebih pendek dan 4 cm lebih ramping dari Hyundai Accent. Sementara tingginya sama, demikian juga jarak as roda depan dan belakang (wheelbase)-nya sama, 2,440 meter.
Kapasitas mesin yang disandang juga sama, 1.5 Liter (1.495 cc), 4 silinder segaris, 12 katup (4 katup per silinder), demikian pula tenaga dan torsi maksimum, masing-masing 89 PK pada 5.500 rpm dan 129 Nm pada 3.000 rpm.
Mobil-mobil yang akan dijual dengan rentang harga Rp 99,75 juta sampai Rp 130 juta itu belum akan ditemui lalu lalang di jalan raya mengingat Hyundai Avega baru akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 8 Juni mendatang. Itu berarti bahwa masyarakat di wilayah yang dilewati oleh ke-19 Hyundai Avega itu adalah orang-orang pertama yang menyaksikan mobil-mobil tersebut.
Sekitar pukul 08.00, ke-19 mobil Hyundai Avega itu bergerak keluar dari Bandar Udara Ahmad Yani menuju ke gedung Lawang Sewu, salah satu tempat tujuan wisata di Kota Semarang. Agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas, ke-19 Hyundai Avega itu dipecah ke dalam dua rombongan, masing-masing 10 dan 9 Hyundai Avega.
Keluar dari gedung Lawang Sewu, perjalanan dilanjutkan dengan berkeliling Kota Semarang. Dari sana perjalanan dilanjutkan ke Salatiga, melalui tanjakan Gombel dan Ungaran. Karena menggunakan mobil patroli pengawal sebagai voorrijder, perjalanan berjalan lancar. Kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam, sesekali kecepatan sempat dikembangkan sampai 100 kilometer per jam meskipun hanya untuk beberapa detik.
Tanjakan di wilayah Gombel yang berlanjut sampai ke Ungaran dan Salatiga dapat dilintasi dengan mudah oleh Hyundai Avega. Sekitar 45 menit, rombongan pertama memasuki kota Salatiga yang terletak di lereng timur Gunung Merbabu, 40 kilometer di selatan Kota Semarang.
Di kota Salatiga, rombongan beristirahat di Laras Asri Resort & Spa untuk santai sejenak dan makan siang. Seusai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Solo, di mana rombongan wartawan otomotif akan menginap di Hotel Novotel yang terletak di Jalan Slamet Riyadi.
Pada malam hari tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan. Para wartawan otomotif lebih banyak menghabiskan waktu di hotel, mengingat esoknya, tanggal 24 Mei 2007 pukul 03.30, rombongan akan meninggalkan hotel tersebut untuk menyaksikan Matahari terbit di Joglo II Selo Merapi, yang lebih dikenal dengan nama New Selo, di lereng timur Gunung Merapi.
Sempit dan berliku
Pukul 04.00, seusai nonton bareng pertandingan final Piala Champions antara kesebelasan AC Milan dan Liverpool di lobi Hotel Novotel, di mana AC Milan unggul dengan skor 2-1, rombongan meninggalkan hotel tersebut menuju New Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Jalan menuju ke New Selo sempit, berliku, dan menanjak. Konsentrasi penuh diperlukan agar perjalanan bisa dilakukan dengan aman. Di depan pintu gerbang kawasan wisata Selo Joglo Merapi, yang terletak 20 kilometer arah barat Boyolali, rombongan wartawan otomotif diminta berhenti dan memarkir mobil di kiri jalan.
Tanjakan yang cukup tinggi ke arah New Selo membuat PT Hyundai Mobil Indonesia merasa lebih aman jika ke-19 Hyundai Avega menanjak satu per satu. Buat Hyundai Avega yang menggunakan persneling manual dengan 5 tingkat kecepatan, tanjakan tersebut tidaklah menjadi masalah. Sementara bagi yang menggunakan persneling otomatik dengan 4 tingkat kecepatan diperlukan kiat tersendiri. Putaran mesin harus dipertahankan pada 3.000 rpm. Namun, 5 di antara 19 Hyundai Avega yang menggunakan persneling otomatik tanpa kesulitan berarti sampai di New Selo, yang terletak pada ketinggian 1.805 meter di atas permukaan laut.
Di New Selo, para wartawan menyaksikan dan sekaligus mengabadikan proses terbitnya Matahari di ufuk timur. Dalam kesempatan itu, para wartawan juga menyantap sarapan ringan berupa roti bakar atau makan mi. Dinginnya suhu udara membuat hidangan ala kadarnya itu terasa lezat. Dari sana, rombongan kemudian turun ke obyek wisata Selo untuk menonton film tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Selo di gedung teater yang berkapasitas 74 kursi.
Kemudian, perjalanan dilanjutkan kembali untuk menikmati keindahan alam dan sarapan serius di Ketep Pass, seperti Puncak Pass, di Magelang, Jawa Tengah, yang terletak pada ketinggian 1.200 di atas permukaan laut. Sama seperti perjalanan ke New Selo, perjalanan ke Ketep Pass pun sempit, berliku, serta dipenuhi tanjakan dan turunan. Walaupun menggunakan voorrijder, hal itu tidak menjadikan perjalanan menjadi lebih mudah, tetap diperlukan konsentrasi penuh dan kehati-hatian untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak dinginkan.
Setelah santai sejenak di Ketep Pass, perjalanan Hyundai Avega dilanjutkan ke Losari Resort & Spa, Grabag (Magelang), yang terletak di tengah-tengah perkebunan kopi Losari yang masih aktif (dulu, perkebunan kopi Karangredjo).
Di Losari Resort & Spa, selain mengikuti tur ke perkebunan kopi yang dirintis oleh Gustav van Der Swan pada tahun 1922, para wartawan juga bersantap siang di sana. Suasana asri di tempat tersebut membuat makanan yang sudah enak itu menjadi semakin enak. Selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Hotel Novotel, Yogyakarta, di mana para wartawan akan bermalam.
Pada saat memasuki pelataran parkir Hotel Novotel, itu adalah akhir dari uji jalan terhadap Hyundai Avega yang dilakukan para wartawan otomotif. Mengingat, walaupun masih ada acara makan malam di hotel papan atas Amanjiwo, Magelang, Jawa Tengah, dalam perjalanan ke Amanjiwo dan kembali ke Novotel para wartawan hanya bertindak sebagai penumpang.
Walaupun harganya murah, melalui rangkaian perjalanan maraton selama dua hari itu, hal itu membuktikan bahwa Hyundai Avega bukan mobil murahan. (JL)

1 comments:

rudesain said...

saya lagi mau beli sepertinya setiap review menarik semakin tertarik saya

Post a Comment